26 Oktober 2026 - 22:13
Menteri Kabinet Netanyahu Marah atas Kemenangan Lula da Silva di Brasil: Ada Kecurangan!

Salah seorang menteri dalam kabinet Netanyahu mempertanyakan hasil pemilu dan kemenangan kandidat sayap kiri dalam pemilihan presiden Brasil tanpa mengajukan bukti apa pun. Ia menyebut hasil pemilu tersebut sebagai “kecurangan”. Surat kabar Haaretz yang memberitakan peristiwa ini juga mengulas kemungkinan kesamaan antara pemilu Brasil dan pemilu yang akan digelar pada Selasa di wilayah pendudukan Israel.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Surat kabar berbahasa Ibrani, Haaretz, melaporkan bahwa salah seorang menteri dalam pemerintahan Benjamin Netanyahu mempertanyakan hasil pemilu Brasil dan menyebutnya sebagai “kecurangan”.

Berdasarkan laporan tersebut, kabinet Netanyahu sebelumnya memberikan dukungan kepada Flavio Bolsonaro, kandidat yang kalah dalam pemilu.

Reaksi para politisi Israel terhadap kemenangan Lula juga memicu perdebatan mengenai kemungkinan kesamaan antara pemilu Brasil dan pemilu yang akan berlangsung pada Selasa di wilayah pendudukan Israel. Persoalan ini menimbulkan perbedaan pandangan di antara berbagai kelompok politik Israel.

Haaretz menambahkan bahwa meskipun terdapat perbedaan pandangan politik mengenai dampak pemilu Brasil dan perbandingannya dengan pemilu Israel yang akan datang, para politisi dari kedua kubu memiliki kesamaan sikap dalam satu hal, yakni menentang pandangan politik Lula dan menggambarkannya sebagai sosok yang anti-Israel.

Sementara itu, pada Minggu, Presiden Amerika Serikat juga mempertanyakan kemenangan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, atas Flavio Bolsonaro, senator dari kelompok kanan ekstrem.

Trump membandingkan kemenangan tersebut dengan kemenangan Joe Biden, kandidat Partai Demokrat, dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2020, ketika Trump menolak mengakui hasil pemilu tersebut.

Tanpa mengajukan bukti apa pun mengenai adanya pelanggaran dalam pemilu Brasil, Trump menyatakan:

“Mereka baru saja menerapkan skenario Joe Biden di Brasil. Bolsonaro memiliki selisih suara yang cukup besar dari pesaingnya pada putaran pertama dan jelas merupakan kandidat yang memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan putaran kedua. Namun, ketika kaum komunis berhasil meraih kekuasaan, mereka tidak akan pernah melepaskannya.”

Perlu diketahui bahwa dari sudut pandang regional, kemenangan Lula untuk keempat kalinya dalam pemilihan presiden dipandang sebagai penghalang bagi meluasnya gelombang kemenangan kelompok sayap kanan di Amerika Latin, sebuah kecenderungan yang dalam beberapa tahun terakhir memperoleh dukungan politik dari pemerintahan Trump.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha